Umum  

Islamic Relief Indonesia Salurkan 274 Ekor Sapi Qurban pada Hari Raya Kurban 2026

Redaksi

LHOKSEUMAWE – Islamic Relief Indonesia berhasil menyalurkan sebanyak 274 ekor sapi qurban dan sejumlah kambing di berbagai wilayah Indonesia. Distribusi qurban tersebut meliputi 232 ekor sapi di Nusa Tenggara Barat (NTB), 28 ekor sapi di Aceh, serta 14 ekor sapi di Palu, Sulawesi Tengah. Rabu (27/5).

‎Sebanyak 274 ekor sapi tersebut merupakan hasil penghimpunan program Double Qurban – Double Berkah, yang terdiri atas 138 ekor sapi dari para mudhohi atau sohibul qurban luar negeri, serta 136 ekor sapi dari para pekurban dalam negeri, baik individu maupun lembaga.

‎Dukungan lembaga di antaranya berasal dari Baitul Mal Kota Lhokseumawe dan BAZNAS Provinsi Sulawesi Tengah.

‎CEO Islamic Relief Indonesia, Nanang Subana Dirja, menyampaikan bahwa program Double Qurban – Double Berkah merupakan bentuk sinergi antara semangat berqurban masyarakat Indonesia dengan kepedulian para sohibul qurban dari luar negeri.

‎Dalam pelaksanaannya, program ini menerapkan prinsip bahwa setiap satu sapi qurban dari mudhohi Indonesia akan didampingi oleh satu sapi qurban dari luar negeri.

‎“Setiap mudhohi Indonesia yang berqurban sapi melalui Islamic Relief dengan berat minimal 200 kilogram akan mendapatkan satu sapi pendamping dari luar negeri dengan berat 200 – 230 kilogram. Sapi dari mudhohi Indonesia dapat dibagikan sesuai urf atau kebiasaan setempat, sementara sapi dari luar negeri khusus diperuntukkan bagi fakir miskin dengan ketentuan satu sapi untuk 35 keluarga. Inilah bentuk keberkahan sosial dari ibadah qurban,” ujar Nanang.

‎Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa dalam setiap proses distribusi, daging qurban dikemas menggunakan box plastik bertuliskan “Qurbani Meat Distribution Program 2026”. Setiap keluarga penerima manfaat memperoleh sekitar 3,5 kilogram daging segar lengkap dengan hati, jeroan, dan bagian lainnya.

‎“Kami berharap distribusi ini dapat membantu pemenuhan kebutuhan protein hewani keluarga penerima manfaat selama beberapa hari ke depan, khususnya bagi anak-anak yang sedang berada dalam masa pertumbuhan. Inilah makna nyata dari ‘double berkah’ yang ingin dihadirkan,” tambah Nanang.

‎Sementara itu, Ketua LAZNAS Islamic Relief Indonesia, Inayatullah Abd Hasyim, menyampaikan bahwa ibadah qurban memiliki makna spiritual yang sangat mendalam, bukan sekadar ritual penyembelihan hewan.

‎“Hakikat qurban adalah menyembelih keterikatan hati terhadap dunia. Hewan qurban yang disembelih hanyalah simbol dari pengorbanan yang lebih besar, yakni melepaskan ambisi, jabatan, harta, dan segala sesuatu yang menempati hati selain Allah SWT,” ujarnya, mengutip pandangan Imam Al-Qusyairi.

‎Di Aceh sendiri, Islamic Relief Indonesia menyalurkan sebanyak 28 ekor sapi qurban yang difokuskan di wilayah Kota Lhokseumawe. Distribusi daging qurban menyasar keluarga dhuafa, anak yatim, lansia, serta masyarakat yang membutuhkan.

‎Yusrizal Puteh selaku Aceh Area Coordinator menyampaikan bahwa pelaksanaan qurban tahun ini berjalan lancar berkat kolaborasi berbagai pihak, relawan, serta dukungan masyarakat setempat.

‎“Alhamdulillah, pelaksanaan qurban di Aceh berjalan dengan baik dan lancar. Program ini bukan hanya tentang distribusi daging qurban, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan memperkuat rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat. Kami memastikan amanah para mudhohi tersampaikan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan,” ujar Yusrizal.

‎Pantauan lapangan pada hari pertama pemotongan, 27 Mei 2026, menunjukkan bahwa para mustahik penerima manfaat memperoleh daging qurban dengan berat berkisar 3,5 kilogram per keluarga, lengkap dengan tetelan dan bagian lainnya.(*)

Penulis : Aswar
Editor : Redaksi