ACEH JAYA – Wakil Ketua I DPRK Aceh Jaya, Irwanto NP mendesak pemerintah melalui dinas terkait agar segera mempercepat penyaluran air bersih kepada warga terdampak bencana kekeringan air sumur di sebabkan kemarau panjang.
“Air adalah kebutuhan paling mendasar, banyak sumur dan PDAM Tirta Monmata tidak bisa digunakan karena kering saat kemarau panjang di wilayah Pasie Raya dan Teunom,” ujar Irwanto NP kepada habakini.com. Minggu (2/8).
Oleh sebab itu, ia meminta kepada pemerintah untuk segera menanggani persoalan krisis air bersih kepada warga karena air merupakan kebutuhan dasar sehari – hari yang tidak bisa ditunda.
Irwanto NP menjelaskan, wilayah terdampak berada di kawasan perbukitan dan aliran sungai dengan sumber mata air tanah, serta PDAM tidak berfungsi.
Tentunya, kondisi tersebut membuat warga sepenuhnya bergantung pada bantuan air bersih dari pemerintah.
Oleh sebab itu, Irwanto NP menegaskan air bersih dibutuhkan untuk keperluan dasar, seperti minum, memasak, mandi, dan mencuci. Namun, hingga kini, ia menilai kebutuhan itu belum sepenuhnya terpenuhi di sejumlah lokasi terdampak.
Irwanto NP juga mengingatkan bahwa krisis air bersih berpotensi memicu masalah kesehatan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.
“Banyak anak nantinya mengalami penyakit karena tidak bisa membersihkan diri dengan layak. Kondisi tersebut bisa berkembang menjadi krisis kesehatan,” tutur Irwanto.
Adapun desa yang terdampak kekeringan meliputi Desa Tuwi Kareng, Lhouk Guci, Timpleung, Pulo Tinggi, Buket Kemeuneng, Tuwi Priya, Cerace, Alue Punti, Bintah, Pasie Teubee, Alue Krueng dan Alue Jang di Kecamatan Pasie Raya, sedangkan di Kecamatan Teunom terdapat 2 Desa antara lain, Pasie Geulima dan Pasie Timun.**
