Umum  

Hari Santri Nasional: ISAJA Dorong Penguatan Pendidikan dan Peran Strategis Santri dalam Pembangunan

ACEH JAYA – Ikatan Santri Aceh Jaya (ISAJA) mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap pengembangan pendidikan keagamaan, dayah, dan pesantren di Kabupaten Aceh Jaya.
‎
‎”Kita apresiasi serbagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pendidikan santri dan pengembangan lembaga pendidikan keagamaan. Kedepan, perhatian tersebut diharapkan semakin diarahkan pada peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, perluasan akses beasiswa, penguatan kompetensi tenaga pendidik, literasi digital, serta pengembangan keterampilan dan kemandirian ekonomi santri,” Kata Tgk. Mustafa Kamal. Rabu (21/10)
‎
‎Dukungan tersebut terus diperkuat melalui kebijakan berkelanjutan yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia santri.
‎
‎Adapun Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober memiliki makna historis dalam perjalanan bangsa Indonesia. Dengan Resolusi Jihad yang dicetuskan pada 22 Oktober 1945, sebagai bagian penting dari perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan.
‎
‎Oleh sebab itu, pengakuan negara terhadap momentum tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri.
‎
‎Momentum dengan mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri”, ISAJA memandang bahwa peran santri dalam pembangunan perlu terus diperkuat melalui pendidikan yang berkualitas, penguasaan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, serta peningkatan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.
‎
‎”Santri tidak hanya memiliki peran penting dalam menjaga tradisi keilmuan dan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga berpotensi menjadi bagian strategis dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan intelektual bangsa,” kata ketua ISAJA Tgk. Mustafa Kamal
‎
‎Tentunya, penguatan pendidikan dayah dan pemberdayaan santri merupakan bagian penting dari investasi sumber daya manusia. Karena itu, sinergi antara pemerintah, ulama, lembaga pendidikan, masyarakat, dan organisasi santri perlu terus diperkuat agar program pembangunan mampu menjawab kebutuhan pendidikan sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi generasi muda.
‎
‎Oleh karena itu, ISAJA menegaskan bahwa penghargaan terhadap santri tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan dan kesempatan nyata untuk belajar, berkembang, serta berkontribusi bagi masyarakat.
‎
‎Dengan adanya dukungan yang berkelanjutan, santri diharapkan mampu mengambil peran lebih luas sebagai pendidik, akademisi, pemimpin masyarakat, wirausahawan, dan penggerak kemajuan daerah maupun nasional.

‎”ISAJA mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan nilai perjuangan, keilmuan, persatuan, dan pengabdian para ulama serta santri sebagai inspirasi dalam membangun masa depan Indonesia,” ucap Tgk. Mustafa Kamal
‎
‎”Selamat Hari Santri Nasional 2026. ‎Santri Menguatkan Negeri, Mengabdi dengan Ilmu, Berkontribusi bagi Indonesia,” pungkasnya,(*).

Redaksi

  • Penulis: Aswar
  • Editor: Redaksi
Exit mobile version