OPINI – Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah merubah sebagian besar dari proses penulisan skripsi mahasiswa tingkat akhir. Pada era ini, menurunnya produktifitas mahasiswa untuk mengolah data dan kata secara mandiri merupakan dampak dari pengaruh dan bantuan yang diberikan oleh AI selama proses penulisan skripsi.
AI berperan sebagai konsultan yang fleksibel, bukan hanya sekedar membantu mencari ide, tetapi juga menyusun opini dan argumen, lebih jauh, kecerdasan buatan ini juga mampu membantu mahasiswa dalam mencari referensi dari penelitian-penelitian terdahulu.
Berikut penjelasan lebih lanjut tentang pengaruh AI dalam proses penulisan skripsi, yang keberadaannya telah merubah teknik mahasiswa dalam mengembangkan tulisan mereka, menawarkan dukungan dan efesiensi, tetapi juga mengundang pertanyaan tentang orisinalitas, kreatifitas, dan kemampuan berpikir kritis.
Hal pertama yang paling dirasakan oleh mahasiswa melalui bantuan kecerdasan buatan adalah mudahnya mengumpulkan ide dan menyusun kerangka kerja dengan lebih cepat. AI mampu mempercepat proses identifikasi referensi atau sumber penelitian terdahulu dan otomatis mengidentifikasi kesalahan-kesalahanumum, seperti kesalahan tata bahasa dan struktural.
Oleh karena itu, pengaruh kecerdasan buatan ini dapat mempercepat proses penulisan skripsi yang dengan kata lain juga meningkatkan efisiensi dan efektifitas waktu.
Namun demikian, meningkatnya penggunaan AI dalam penulisan skripsi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap nilai-nilai dasar integritas akademik. Kemampuan AI dalam menghasilkan konten tulisan, membuat ringkasan, bahkan menyarankan topik untuk penelitian, dapat menimbulkan pertanyaan mengenai keaslian karya mahasiswa, karena mahasiswa berpotensi mengklaim hasil karya AI sebagai miliknya sendiri. Kemungkinan terburuknya adalah mahasiswa kehilangan kemampuan untuk menemukan dan mengembangkan gaya penulisan yang mencerminkan diri mereka sendiri dalam karya tulis mereka.
Sebagai kesimpulan, pengaruh dan intervensi AI dalam penulisan skripsi mahasiswa memiliki dampak positif sekaligus keterbatasan. Pertama, teknologi atau kecerdasan buatan dapat membuat proses penulisan akademik atau skripsi menjadi lebih efisien dengan memberikan bantuan dalam berbagai hal. Melalui kemampuannya dalam mengorganisasi ide, memudahkan mahasiswa menemukan sumber bacaan yang sesuai untuk skripsi, serta memperbaiki tata bahasa, mahasiswa menjadi lebih percaya diri dan efisien dalam menyelesaikan skripsi mereka.
Namun, kemudahan yang ditawarkan oleh AI juga menjadi hal yang perlu dikhawatirkan karena dapat mengurangi tingkat orisinalitas karya, mengikis kreativitas, dan melemahkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
Oleh karena itu, penggunaan AI harus disertai dengan rasa tanggung jawab dan kesadaran agar mahasiswa tetap menjadi peserta aktif dalam proses penulisan skripsi, sekaligus menjaga nilai–nilai dan budaya akademik dalam dunia pendidikan.














