BPJS Lhokseumawe Jamin 1.011 Kasus Layanan Jiwa Sepanjang 2025

Ilustrasi.net

LHOKSEUMAWE – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Lhokseumawe mencatat telah menjamin pelayanan yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan jiwa baik untuk rawat inap maupun rawat jalan sebanyak 1.011 kasus per 2025.

Kasus kejiawaan sebanyak 1.011 tersebut tersebar wilayah kerja Kantor Cabang Lhokseumawe, meliputi Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, Bireuen, Aceh Tengah, dan Bener Meriah, sebagaimana jaminan layanan kesehatan yang merupakan hak seluruh peserta Program JKN, termasuk layanan kesehatan jiwa.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, mengatakan, pentingnya akses layanan kesehatan jiwa yang setara, dan itu bagian dari tanggung jawab negara dalam menjamin kesehatan fisik maupun mental setiap warga.

“Layanan kesehatan jiwa tidak boleh lagi dipandang sebelah mata,” kata Ghufron Mukti, Jum’at (19/9/2025).

Menurutnya, kesehatan jiwa adalah hak fundamental yang harus dijamin negara, dan BPJS Kesehatan bersama pemangku kepentingan terus memperkuat sistem layanan agar masyarakat yang membutuhkan mendapatkan akses pengobatan dan rehabilitasi.

Trend peningkatan pemanfaatan layanan kesehatan jiwa dalam lima tahun terakhir sepanjang 2020 hingga 2024, terdapat pembiayaan pelayanan kesehatan jiwa di rumah sakit mencapai sekitar Rp6,77 triliun dengan total kasus sebanyak 18,9 juta.

“Skizofrenia menjadi diagnosis dengan beban biaya dan jumlah kasus tertinggi, yakni sebanyak 7,5 juta kasus dengan total pembiayaan Rp3,5 triliun,” ujar Ghufron

Ghufron menuturkan, pada 2024 tercatat sekitar 2,97 juta rujukan kasus jiwa dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) ke rumah sakit. Bahkan, provinsi dengan jumlah kasus tertinggi Jawa Tengah sebanyak 3,5 juta kasus, disusul Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Sumatera Utara.

“Kita mendorong deteksi dini masalah kesehatan jiwa melalui skrining berbasis Self Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20) yang dapat diakses publik di situs resmi BPJS Kesehatan. Skrining ini membantu masyarakat mengenali gejala awal gangguan kejiwaannya,” tutup Ghufron,(*)

Exit mobile version