ACEH JAYA – Perjalanan panjang dan penuh tantangan telah dilalui oleh Komite Olahraga Tarung Derajat (KODRAT) Aceh Jaya dalam upaya mengembangkan seni beladiri Tarung Derajat di kabupaten. Kamis (13/11/2025)
Informasi yang dihimpun habakini.com, awal mula pembentukan Tarung Derajat Aceh Jaya berawal dari inisiatif pribadi pada tahun 2004, Tarung Derajat Aceh Jaya kini telah menjelma menjadi penyumbang medali pertama bagi daerah, bahkan sebelum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Jaya terbentuk.
Adapun awal penuh ujian kebangkitan cikal bakal Tarung Derajat Aceh Jaya dimulai pada awal tahun 2004 di bawah bimbingan Muhammad Jhoni alias Kang Jhoni (Cipto) sapaannya yang saat itu masih menyandang Kurata IV. Dengan anggota 10 orang sempat berjalan, namun musibah besar Tsunami pada Desember 2004 meluluhlantakkan Kota Calang dan merenggut korban jiwa, termasuk anggota baru Tarung Derajat.
Bencana tersebut menyebabkan seluruh aktivitas terhenti total. Empat tahun berselang, tepatnya pada 6 Mei 2008, Kang Jhoni kembali mencoba membuka Satuan Latihan (Satlat).
Tentunya, upaya kebangkitan ini membuahkan hasil, bahkan berhasil membawa atletnya berpartisipasi dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) I Pengprov Aceh.
Ukiran prestasi bersejarah dalam Kejurda I Pengprov Aceh, Tarung Derajat Aceh Jaya mengirimkan 5 atlet (2 putri dan 3 putra) dan sukses menorehkan prestasi gemilang, 2 Medali Emas disumbangkan oleh Resika Afrilia dan Elva Seroja. Dan 1 Medali Perak diraih oleh Kang Jhoni (Cipto).
Oleh sebab itu, Prestasi ini menjadi catatan sejarah karena Pengurus Cabang (Pengcab) Tarung Derajat Aceh Jaya merupakan cabang olahraga pertama yang menyumbangkan medali untuk Kabupaten Aceh Jaya, di tengah kondisi KONI Aceh Jaya yang kala itu belum terbentuk.
Oleh sebab itu, secara keseluruhan, KODRAT Aceh Jaya telah menyumbangkan total 5 medali untuk daerah pada saat kejurda dan PORA di Bireuen tahun 2008 dengan rincian: 3 Medali Emas, 1 Medali Perak, dan 1 Medali Perunggu.
Kekinian, dedikasi dan harapan Pelatih
Kang Jhoni (Cipto), yang kini menjabat sebagai Pelatih Pengcab KODRAT Aceh Jaya dengan Kurata VI, menyatakan bahwa Tarung Derajat telah melekat di hatinya “seperti akar yang menjalar.”
”Kita juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kang Yanyan Rahmat Zat II, Pelatih Utama Aceh, yang telah banyak memberikan bimbingan sejak ia mengenal Tarung Derajat pada tahun 2003 di Satlat SMU 4 Lampineung. Bimbingan tersebut telah mengantarnya dari seorang petarung hingga menjadi pelatih berprestasi,” kata Kang Jhoni kepada Habakini.com
Tentunya, banyak perubahan yang ia rasakan selama bergabung dengan Tarung Derajat serta manfaat bagi saya untuk bisa berbagi dengan yang lain,
Ia berharap ilmu dari Kang Yanyan dapat terus ia manfaatkan dan ia bertekad untuk terus mengembangkan Tarung Derajat di Aceh Jaya dan sekitarnya,(*)
Sejarah Tarung Derajat Aceh Jaya Bangkit Pasca Tsunami yang Kini Toreh Segudang Prestasi
