Bupati Aceh Jaya Buka Musrenbang RKPK 2027, Tegaskan Penguatan Tata Kelola dan Kemandirian Fiskal

ACEH JAYA – Bupati Aceh Jaya, Safwandi secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten (Musrenbang RKPK) Aceh Jaya Tahun 2027 yang berlangsung di Aula DPMPKB Aceh Jaya, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan tahun 2027 dengan kebutuhan masyarakat serta visi pembangunan Aceh Jaya 2045.

Musrenbang RKPK dihadiri unsur Forkopimda, Wakil Ketua DPRK Aceh Jaya, para Kepala SKPK, para camat, Ketua TP PKK Aceh Jaya, instansi vertikal, tokoh ulama, tokoh masyarakat dan unsur terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Safwandi menegaskan bahwa Musrenbang merupakan ruang partisipasi publik untuk merumuskan arah pembangunan daerah secara inklusif. Forum ini bertujuan menyempurnakan rancangan RKPK agar selaras dengan prioritas pembangunan daerah serta kebijakan pemerintah provinsi dan pusat.

“Musrenbang menjadi momentum penting bagi kita untuk merumuskan solusi, menetapkan program prioritas, serta memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Safwandi.

Bupati menyampaikan kinerja pembangunan Aceh Jaya hingga tahun 2025 yang menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari penurunan angka kemiskinan ke level 10,37 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 74,2 poin, serta tingkat pengangguran terbuka yang berada pada angka 2,57 persen. Sementara itu, indeks gini tercatat 0,254— menunjukkan pemerataan yang cukup baik.

Meski begitu, pertumbuhan ekonomi daerah masih menjadi tantangan utama. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Aceh Jaya berada pada angka 3,15 persen yang dinilai belum optimal. Safwandi menyoroti kebutuhan penguatan daya saing SDM, kemandirian fiskal, serta pemerataan infrastruktur dasar.

“Kita harus bekerja lebih cepat dan tepat sasaran agar pembangunan dapat dirasakan merata oleh seluruh masyarakat,” tegasnya.

“Penguatan Tata Kelola Pemerintahan, Kemandirian Fiskal, dan Penumbuhan Kelembagaan Ekonomi Produktif untuk Mendorong Produktivitas Ekonomi Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan.”

Tema ini kemudian diperkuat melalui sejumlah fokus pembangunan, mulai dari peningkatan layanan publik, pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, pemerataan infrastruktur wilayah, peningkatan kualitas SDM, hingga penguatan syariat Islam dan keistimewaan Aceh.

Selain itu, Bupati juga menekankan 19 program prioritas Bupati Aceh Jaya, yang menackup penguatan peran ulama, peningkatan pendapatan asli daerah, pemenuhan layanan dasar masyarakat, penguatan sektor pendidikan, pengembangan umkm dan ekonomi digital, reformasi birokrasi, pembangunan infrastruktur, hilirisasi komoditas unggulan, pelestarian lingkungan hidup, penguatan ketahanan pangan, serta pengakomodasian aspirasi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Safwandi mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk memberikan masukan objektif dan terukur terhadap rancangan RKPK.

Ia menegaskan bahwa usulan yang berkembang harus selaras dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan.

“Dengan semangat Aceh Jaya Bangkit Bersama, mari kita perkuat kolaborasi dan optimisme dalam membangun Aceh Jaya yang mandiri, maju, dan berdaya saing,” pungkasnya,(Adv)

Exit mobile version