ACEH JAYA – Ketua PEKKA (Perempuan Kepala Keluarga) Kabupaten Aceh Jaya, Julia Marni, menyampaikan keprihatinannya atas meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (9/7).
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat karena berdampak langsung terhadap keselamatan, kesehatan mental, dan masa depan korban.
Julia mengatakan, penanganan kasus kekerasan tidak cukup hanya berfokus pada proses hukum setelah peristiwa terjadi. Upaya pencegahan harus diperkuat melalui edukasi, penguatan ketahanan keluarga, serta membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak hingga ke tingkat gampong.
“Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan hanya persoalan individu, tetapi persoalan bersama. Korban harus mendapatkan perlindungan, pendampingan, dan kepastian hukum, sementara masyarakat harus berani mencegah dan melaporkan setiap bentuk kekerasan yang terjadi di lingkungannya,” ujar Julia.
Baca juga: Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Aceh Jaya Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada
Sebagai organisasi yang mendampingi perempuan kepala keluarga, PEKKA Aceh Jaya selama ini memberikan pendampingan kepada perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga, termasuk janda, korban kekerasan dalam rumah tangga, serta perempuan yang menghadapi persoalan sosial dan ekonomi. Pendampingan tersebut mencakup pemberdayaan ekonomi, peningkatan kesadaran hukum, serta penguatan kapasitas agar perempuan mampu hidup mandiri dan memperoleh hak-haknya.
PEKKA Aceh Jaya juga mengajak Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh adat, dan organisasi masyarakat sipil untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun sistem perlindungan perempuan dan anak yang lebih efektif.
Menurut Julia, keberhasilan menekan angka kekerasan membutuhkan komitmen bersama, mulai dari pencegahan, penanganan, hingga pemulihan korban.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menghentikan stigma terhadap korban. Keberanian korban untuk melapor harus disambut dengan perlindungan dan pendampingan, bukan dengan menyalahkan mereka. Tidak boleh ada toleransi terhadap segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tegasnya.
PEKKA Aceh Jaya berharap meningkatnya perhatian publik terhadap persoalan ini menjadi momentum untuk memperkuat upaya perlindungan perempuan dan anak di Aceh Jaya, sehingga tercipta lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.**














