Umum  

Islamic Relief Indonesia Perluas Dukungan Anak Yatim di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Sebuah langkah kecil menjadi awal dari harapan yang lebih besar bagi anak-anak yatim di Kota Lhokseumawe, Blang Mangat.Rabu (12/8).

‎Islamic Relief Indonesia menyerahkan 9 buku rekening tabungan kepada anak yatim di Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, sebagai bagian dari awal pengembangan Orphan Sponsorship Programme (Program Sponsorship Anak Yatim) di wilayah tersebut.

‎Adapun penyerahan tersebut bukan sekadar pemberian buku rekening. Di balik sembilan buku tabungan yang diterima anak-anak, ada pesan penting bahwa mereka tidak berjalan sendirian. Ada kepedulian, doa, dan amanah dari para dermawan yang ingin melihat mereka tumbuh, belajar, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

‎Dalam acara penyerahan tersebut dihadiri oleh T. Candra Kirana, Deputy 2 CEO / Head of Operation Islamic Relief Indonesia, yang didampingi Area Coordinator Islamic Relief Indonesia – Aceh, Ketua Baitul Mal Kota Lhokseumawe, perwakilan Kementerian Agama, Kemenag Kota Lhokseumawe, serta perangkat kecamatan dan desa di Kecamatan Blang Mangat.

‎Tentunya, saat ini Islamic Relief Indonesia telah memberikan dukungan melalui program sponsorship kepada sekitar 1.300 anak yatim di empat provinsi di Indonesia.

‎Adapun di Aceh, program tersebut telah hadir di sejumlah wilayah, di antaranya Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Jaya, dan Aceh Barat. Kini, Kota Lhokseumawe menjadi salah satu wilayah baru yang mendapatkan perhatian dalam pengembangan program sponsorship anak yatim Islamic Relief Indonesia.

‎Oleh karena itu, kehadiran program ini di Lhokseumawe juga berjalan beriringan dengan pengembangan berbagai program pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan masyarakat yang tengah dilakukan Islamic Relief Indonesia bersama Baitul Mal Kota Lhokseumawe.

‎Tentunya, dengan kolaborasi menjadi bagian dari upaya yang lebih luas, bukan hanya membantu anak-anak yatim hari ini, tetapi juga membangun lingkungan yang memungkinkan keluarga dan masyarakat rentan untuk tumbuh lebih mandiri.

‎Bagi seorang anak yatim, dukungan seorang sponsor mungkin terlihat sederhana. Bantuan untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, nutrisi, perlengkapan sekolah, maupun kebutuhan dasar lainnya dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti dalam perjalanan hidup mereka.

‎Lebih dari bantuan materi, sponsorship menghadirkan rasa bahwa ada seseorang yang peduli terhadap masa depan mereka.

‎Karena itu, setiap dukungan yang disalurkan melalui Islamic Relief Indonesia bukan hanya tentang angka. Di dalamnya terdapat amanah, harapan, dan kesempatan bagi seorang anak untuk terus bermimpi.

‎Sembilan buku tabungan yang diserahkan hari ini menjadi awal. Ke depan, Islamic Relief Indonesia berharap semakin banyak anak yatim di Aceh, khususnya di Kota Lhokseumawe, dapat merasakan manfaat dan dampak dari dukungan hangat para dermawan.

‎Ada anak yang ingin menjadi guru. Ada yang bermimpi menjadi dokter, tentara, pengusaha, atau menjadi seseorang yang kelak mampu membantu keluarganya. Mereka mungkin tumbuh dalam keterbatasan, tetapi keterbatasan hari ini tidak seharusnya menjadi batas bagi masa depan mereka.

‎”Satu dukungan dari seorang dermawan dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang seorang anak menuju masa depan yang lebih baik,” kata Yusrizal

‎Islamic Relief Indonesia mengajak masyarakat, keluarga, komunitas, perusahaan, dan para dermawan untuk bersama-sama membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak yatim melalui Program Sponsorship Anak Yatim.

‎”Mari hadir dalam kehidupan mereka. Mari menjadi bagian dari pendidikan mereka. Mari ikut menjaga harapan mereka,”

‎”Karena ketika kita menitipkan amanah melalui Islamic Relief Indonesia, yang kita bantu bukan hanya seorang anak untuk melewati hari ini, tetapi kita sedang ikut menyiapkan generasi yang lebih kuat untuk masa depan,” ucap Yusrizal Puteh.

‎Sembilan anak hari ini. Semoga menjadi awal dari ribuan harapan esok hari. Amanah kita, harapan mereka. Islamic Relief Indonesia – bersama membantu, bersama menguatkan, bersama membangun masa depan yang lebih baik, ucap T Candra Kirana.(*)

Exit mobile version