ACEH JAYA – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya menggelar dzikir akbar dan doa bersama untuk memperingati perdamaian Aceh ke 21 yang berlangsung di Taman Monumen tsunami di Calang, Sabtu (15/8).
Adapun acara tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, pejabat pemerintah, pimpinan instansi vertikal, perwakilan BUMN dan BUMD, serta ratusan masyarakat.
Wakil Bupati Aceh Jaya Muslim D mengatakan dzikir dan doa bersama menjadi momentum refleksi perjalanan daerah pasca-penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki antara Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 15 Agustus 2005.
“Selama 21 tahun terakhir, Aceh Jaya tumbuh dari wilayah pascakonflik dan bencana tsunami menjadi daerah yang terus berbenah. Pembangunan infrastruktur, pemerataan layanan pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan ekonomi lokal di sektor pertanian, perikanan, dan UMKM menjadi fokus utama,” ujar Muslim D
Pemerintah Aceh Jaya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk sama-sama merawat perdamaian di Aceh Jaya khususnya sehingga program pembangunan kedepan juga akan berjalan dengan baik.
Sementara itu Azhar Abdurrahman mantan mantan Bupati Aceh Jaya dua Periode menyampaikan kalau untuk merawat perdamaian salah satu tonggak yang paling penting adalah membangun kesejahteraan.
Tentunya, generasi muda berada pada posisi penting sebagai perajut masa depan sekaligus penjaga ingatan sejarah. Pemahaman mereka terhadap sejarah konflik bukan untuk merawat dendam, melainkan sebagai pengingat betapa mahalnya harga sebuah perdamaian. Nilai-nilai toleransi, kesetaraan, dan keadilan sosial kini menjadi fondasi utama dalam memaknai perdamaian tersebut.
”Untuk merawat perdamaian itu adalah membangun kesejahteraan menjadi kunci masalah,” Ujar Azhar
Oleh karena itu, jika banyak orang miskin pasti angka kriminal akan maningkat kalau kriminal tinggi, pasti dieksploitasi oleh mafia, akhirnya politik dan ideologi akan terseret ke hal lain.
”Alhamdulillah kita melihat situasi saat ini ditengah perdamaian masyarakat sudah mudah mencari rezeki, ke gunung dan berkebun mencari hasilnya,” kata Azhar, (*).
Peringati Hari Perdamaian Aceh ke 21, Pemkab Aceh Jaya Gelar Zikir Akbar dan Doa Bersama
