Petani Mengeluh, Harga Jengkol di Aceh Jaya Hanya Laku Dijual Rp3.500 Perkilogram

Redaksi

ACEH JAYA – Harga buah jengkol di Calang Aceh Jaya Rp3.500 perkilogram, turun setengah harga dari yang sebelumnya Rp7.000 perkilogram yang dibeli oleh pengumpul dari petani.

Indra salah seorang petani jengkol di Lamno mengatakan bahwa turunnya harga jual jengkol terjadi akibat melemahnya permintaan pasar akibat musin panen jengkol serentak.

“Tidak ada pilihan kerena jenkol cepat busuk jika lama disimpan, jadi terpaksa kami jual biarpun harga murah,” kata Indra kepada habakini.com, Senin (2/2/2026).

‎Menurutnya, kondisi ini memaksa petani terpaksa tetap menjual hasil panen dengan harga murah agar tidak mengalami kerugian lebih besar karena busuk di pohonnya.

‎“Iya benar, kita panen harga jengkol sedang turun, bahkan hari ini saja pengumpul hanya mau membeli Rp3.500 perkilogram,” ungkap Indra

‎Oleh sebab itu, ia berharap kepada pemerintah agar dapat mencari solusi supaya harga jengkol bisa naik lagi seperti sebelumnya.

‎”Kita meminta kepada pemerintah daerah agar bisa mencari jalan keluar, supaya harga jengkol kembali naik seperti semula, apalagi ditengah ekonomi sempit seperti ini,” pintanya

‎Sementara itu, Maward salah seorang agen penampung Jengkol di Desa Padang Datar, Calang mengatakan penurunan harga Jengkol terjadi akibat melemahnya permintaan pasar, serta saat ini sedang kebanjiran jengkol.‎

‎”Semua daerah sedang panen Jengkol, makanya harganya murah, malah harga perhari ini yang bisa kami beli Rp4.500 perkilonya,” terangnya Mawardi

‎”Setiap hari per 8 ton Jengkol kita kirim ke Medan, semuanya kita beli dari petani yang ada di Aceh Jaya,” tambahnya

‎Tentunya, karena sekarang harga pasar turun, maka jengkol dari Aceh Jaya hanya bisa pasarkan  ke Medan dan Siantar. Karena sebelumnya kita kirim sampai ke Pekan Baru dan Solok,**‎

Penulis : Aswar
Editor : Redaksi