Coretan wartawan habakini.com
ACEH JAYA – Akibat tidak ada pengawasan dari pemilik ternak, sapi berkeliaran di Jalan Nasional Banda Aceh Meulaboh, tepatnya di Kecamatan Krueng Sabee Aceh Jaya hingg bahayakan pengguna jalan, Sabtu (25/4).
Sejumlah pengguna jalan yang melintasi di sepanjang ruas jalan nasional itu harus ekstra berhati-hati, pasalnya sapi-sapi itu selain berkeliaran juga sering kali tidur dibadan jalan saat malam hari.
Akibatnya warga mengeluh dan kesel karena pemilik ternak terus membiarkan ternaknya diluar kandang yang dapat bahayakan pengguna jalan, bahkan tidak sedikit warga yang menjadi korban lakalantas akibat hewan ternak dijalan raya.
Oleh sebab itu, kondisi yang sangat memprihatinkan di kawasan Kecamatan Krueng Sabee, Jalan-jalan umum yang seharusnya menjadi urat nadi perekonomian dan keselamatan warga, kini berubah menjadi arena berbahaya akibat bebasnya hewan ternak (sapi dan kambing) berkeliaran tanpa pengawasan para pemiliknya.
Fenomena ini bukan lagi sekadar gangguan ketertiban biasa, melainkan telah bermetamorfosis menjadi ancaman nyata bagi nyawa manusia.
Adapun pengakuan sejumlah pengguna jalan, hampir setiap hari terjadi insiden nyaris celaka (near-miss) hingga kecelakaan ringan yang melibatkan pengendara sepeda motor yang terpaksa menghindar tiba-tiba dari serbuan ternak liar di tengah jalan raya.
Meresahkan dan mengancam keselamatan akan terus menghantui. Tidak ada jam aman. Pagi, siang, bahkan malam, ternak-ternak ini bebas berjalan di aspal. Saya hampir saja jatuh kemarin karena seekor sapi tiba-tiba menyeberang saat saya melaju,” keluh seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Jika terus dibiarkan, kondisi ini akan memicu kemarahan publik. Masyarakat menilai kelalaian pemilik ternak dan kurangnya penegakan aturan telah mengorbankan hak rasa aman pengguna jalan.
Kotoran ternak yang berserakan juga menambah licinnya jalan, meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat musim hujan atau pada malam hari dengan visibilitas rendah.
Untuk itu, masyarakat Krueng Sabee mendesak pemerintah daerah, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) Kabupaten Aceh Jaya, Bersama Unsur Musfika Kecamatan untuk segera turun tangan. Keberadaan Perda tentang Ketertiban Umum dinilai hanya menjadi “macan kertas” jika tidak dieksekusi di lapangan.
Sudah sangat meresahkan! Ini bukan soal ternak lagi, ini soal nyawa anak-anak sekolah, ibu-ibu ke pasar, dan bapak-bapak yang bekerja. Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar wacana,” tegas perwakilan warga.
Untuk itu, jika ini dibiarkan, bencana kemanusiaan berupa kecelakaan fatal hanya tinggal menunggu waktu. Masyarakat menuntut adanya operasi gabungan segera untuk menyapu bersih ternak liar dari badan jalan dan tempat keramaian di Aceh Jaya.(*)
