ACEH JAYA – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) PTIQ Aceh melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) sebagai bagian dari proses akreditasi dan penjaminan mutu pendidikan tinggi. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dua asesor LAMDIK, yaitu Prof. Dr. Wasehuddin,M.Si. dan Prof. Dr. Husni, M.Pd., yang melakukan verifikasi terhadap dokumen akreditasi sekaligus mencocokkannya dengan kondisi nyata penyelenggaraan pendidikan di lingkungan STAI PTIQ Aceh.
Pembukaan asesmen berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagaiunsur pemerintah serta pemangku kepentingan. Hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdakab Aceh Jaya, Jonni Sahputra, S.Si. Turut hadirAnggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Ir. Azhar Abdurrahman, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Jaya, Amirullah Djakfar, S.H.I., M.H, serta Ketua STAI PTIQ Aceh,Dr. Musa Alfadhil, S.Pd.I., M.A. Kegiatan juga diikuti oleh jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta para pengguna lulusan.
Dalam sambutannya, Asisten III Setdakab Aceh Jaya, Jonni Sahputra,S.Si., menyampaikan apresiasi atas komitmen STAI PTIQ Aceh dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya terus memberikan dukungan terhadap pengembangan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, danmampu berkontribusi bagi pembangunan daerah. Ia berharap proses asesmen lapangan ini menghasilkan capaian terbaik sehingga semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap STAI PTIQ Aceh.
Sementara itu, Anggota DPRA, Ir. Azhar Abdurrahman, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tinggi merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan Aceh. Ia mengapresiasi berbagai langkah yang telah dilakukan STAI PTIQ Aceh dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berperan menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga menjadi pusat lahirnya inovasi, riset, dan pengabdian kepada masyarakat yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan daerah.
Dalam sambutannya, Ketua STAI PTIQ Aceh, Dr. Musa Alfadhil, S.Pd.I., M.A., menyampaikan bahwa asesmen lapangan bukan sekedar proses penilaian akreditasi, tetapi juga menjadi momentum evaluasi dan penguatan budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi. Seluruh sivitas akademika, katanya, telah bekerja sama mempersiapkan proses asesmen secara maksimal sebagai bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Tim asesor LAMDIK menjelaskan bahwa asesmen lapangan bertujuan melakukan verifikasi dan validasi terhadap seluruh data yang telah disampaikan dalam dokumen akreditasi. Selain menelaah dokumen, asesor juga melakukan wawancara dengan pimpinan, dosen, mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan, serta meninjau sarana dan prasarana pendukung pembelajaran untuk memastikan kesesuaian antara dokumen dan kondisi riil di lapangan.
Kehadiran unsur pemerintah daerah, legislatif, Kementerian Agama, serta seluruh pemangku kepentingan menunjukkan dukungan yangkuat terhadap upaya STAI PTIQ Aceh dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat peran STAI PTIQ Aceh sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan berkualitas, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat Aceh.(*)














