BANDA ACEH – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Aceh, Nasir Nurdin mengatakan pihaknya masih menunggu kronologis lengkap terkait peristiwa kericuhan hingga salah seorang wartawan menjadi korban yang terjadi di Lapangan Sepakbola Bumigas Blang Jruen, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara beberapa waktu lalu.
“Kami ikut berduka atas kejadian yang dialami seorang wartawan bernama Haiqal. Apapun alasannya, kekerasan oleh oknum aparat keamanan tidak boleh terjadi terhadap siapa pun,” kata Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin didampingi Wakil Ketua Bidang Advokasi Wartawan, Azhari di Banda Aceh, Rabu (27/8).
Sebelumnya diberitakan bahwa Kericuhan antar-supporter yang terjadi di Lapangan Sepakbola Bumigas Blang Jruen, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara telah menyebabkan Ketua Pemuda Gampong Ampeh, Haiqal yang juga berprofesi wartawan diduga jadi korban pemukulan oleh seorang oknum anggota TNI dari Koramil 10 Tanah Luas berinisial H.
Beberapa saat setelah peristiwa itu terjadi, Ketua PWI Kota Lhokseumawe, Sayuti Achmad meneruskan laporan dari lapangan terkait peristiwa yang dialami anggota PWI Lhokseumawe, Haiqal pada kericuhan seusai pertandingan sepakbola di Lapangan Bumigas Blang Jruen, Aceh Utara.
Insiden tersebut dengan cepat beredar luas hingga Ketua PWI Kota Lhokseumawe meneruskan peristiwa tersebut ke WhatsApp Grup (WAG) Anggota PWI Aceh
Berikut pesan yang diteruskan ke WAG PWI Aceh:
“Telah Terjadi kericuhan di lapangan bolakaki Bumigas Blang jruen kecamatan Tanah luas antara kesebelasan Gampong Ampeh vs Gampong Trieng. Setelah selesai pertandingan, salah satu pemain dari Gp. Trieng melakukan selebrasi provokasi di depan supporter Gp. Ampeh yg menyebabkan supporter Ampeh marah dan mencoba menegur sang pemain. Ketua pemuda Gp. Ampeh Haiqal mencoba melerai terjadi kericuhan besar yg mengakibatkan Haiqal terkena pukulan oleh salah seorang oknum tentara dari Koramil 10 Tanah Luas (Hendra).”
Dalam laporan yang diteruskan oleh Ketua PWI Lhokseumawe tidak disebutkan kalau insiden pemukulan itu terjadi ketika Haiqal sedang melakukan tugas jurnalistik, tetapi sebagai Ketua Pemuda Gampong Ampeh yang terkena pukulan oleh oknum TNI ketika berusaha melerai ricuh.
Usia menjadi korban pemukulan, Haiqal segera dilarikan ke Puskesmas dan selanjutnya dirujuk ke RSU Cut Meutia Lhokseumawe.
Meskipun Ketua PWI Lhokseumawe tidak menyebut peristiwa itu dialami Haiqal ketika melakukan tugas jurnalistik namun beritamerdeka.net memberitakan Haiqal mengalami pemukulan ketika dalam tugas meliput pertandingan sepakbola antara PS Gampong Ampeh vs Gampong Trieng.(*)














