Pemkab dan Pemerhati Lingkungan Bergerak, TPA Babah Ie Aceh Jaya Harus Jadi Kawasan Bersih dan Bebas Polusi

Redaksi
Pemerhati Lingkungan dari Lembaga Cinta Alam Peduli Aceh Jaya (CAPLink_AJA), Angku Joni. Foto: Ist

ACEH JAYA – Pemerhati Lingkungan dari Lembaga Cinta Alam Peduli Aceh Jaya (CAPLink_AJA) Komitmen terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup di Aceh Jaya terus disuarakan secara tegas. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Babah Ie kini menjadi sorotan utama agar pengelolaannya berjalan optimal, tertib, dan tidak mencemari ekosistem sekitar.

‎​CAPLink_AJA menegaskan akan terus mengawal dan memantau secara berkala aktivitas di sekitar kawasan tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada pencemaran yang merugikan masyarakat maupun merusak keasrian alam setempat.
‎
‎​”Kami juga mohon kepada masyarakat, khususnya di sekitar TPA Babah Ie, untuk tetap menjaga lingkungan tetap nyaman dan bersih. Kami selaku pemerhati lingkungan CAPLink_AJA tetap memantau terus supaya lingkungan tetap terjaga dan bersih,” ujar Angku Joni, SP, dalam pernyataan tegasnya. Senin (2/11)
‎
‎Tentunya, ​sinergi masyarakat dan pengawasan ketat keberadaan TPA Babah Ie memegang peranan vital bagi kebersihan perkotaan di Kabupaten Aceh Jaya. Namun, pengelolaannya menuntut tanggung jawab bersama antara instansi pemerintah, pengelola teknis, dan kesadaran aktif warga sekitar.

Baca juga: Warga Jaya Kecewa TPA Tak Terawat, Sampah Meluap hingga Menutup Jalan
‎
‎Oleh sebab itu, ​CAPLink_AJA menekankan beberapa poin penting dalam pengawasan ini:
‎
‎​Pertama, Pengendalian limbah dan sampah. Memastikan aktivitas pembuangan dan pengolahan sampah di TPA Babah Ie sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) agar terhindar dari pencemaran air tanah dan udara.
‎
‎​Kedua, Partisipasi aktif warga. Mengajak masyarakat sekitar untuk proaktif menjaga kebersihan lingkungan pemukiman masing-masing serta tidak membuang sampah sembarangan di luar zonasi yang ditentukan.
‎
‎​Ketiga, Monitoring berkelanjutan. Tim pemerhati lingkungan secara rutin akan turun ke lapangan guna melakukan investigasi, pengawasan, serta menampung aspirasi masyarakat terkait dampak lingkungan yang mungkin timbul.
‎
‎”​Wujud nyata kecintaan pada bumi Aceh Jaya ​daerah yang kaya akan potensi alam dan pesisir, penjagaan terhadap keseimbangan ekosistem di Aceh Jaya adalah harga mati,” ujar Angku
‎
‎Kekinian, diharapkan mampu membangun budaya sadar lingkungan yang masif di tengah masyarakat, sekaligus mendorong instansi terkait untuk terus meningkatkan fasilitas dan pengelolaan infrastruktur persampahan yang lebih modern dan ramah lingkungan.
‎
‎”​Mari bersama-sama kita jaga Aceh Jaya tetap hijau, bersih, asri, dan nyaman untuk generasi masa kini dan masa depan,” Tegas Angku Joni, (*).

Redaksi

  • Penulis: Aswar
  • Editor: Redaksi