Umum  

Menuju Musda IGI Banda Aceh, Heni Ekawati Tekankan Kolaborasi dan Inovasi Guru

Redaksi

BANDA ACEH – Heni Ekawati, S.Pd., M.Pd., menyatakan kesiapannya maju sebagai salah satu calon Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Banda Aceh periode 2026–2031. Heni ditetapkan sebagai kandidat nomor urut 02 dalam Musyawarah Daerah (Musda) IGI Kota Banda Aceh.

Musda tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 9 September 2026, di Ruang Meeting SMK Negeri 3 Banda Aceh. Selain Heni Ekawati, terdapat sejumlah kandidat lain yang turut mengikuti kontestasi, di antaranya Ichsan Setiawan, S.Pd., dan Dr. Salwa Hanum, S.Pd., M.Pd.

Kontestasi tersebut menjadi bagian dari proses demokrasi organisasi untuk menentukan sosok yang akan memimpin IGI Kota Banda Aceh selama periode lima tahun ke depan.

Heni yang saat ini menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua IGI Kota Banda Aceh, membawa sejumlah gagasan terkait penguatan organisasi, peningkatan kompetensi guru, inovasi pendidikan, serta pengembangan pendidikan inklusif.

Dalam pencalonannya, Heni mengusung semangat “Bersama, Wujudkan Pendidikan Unggul melalui IGI yang Cerdas, Berkualitas, dengan Semangat Perubahan.”

“Saya siap mengikuti proses Musda dan mencalonkan diri sebagai Ketua IGI Kota Banda Aceh. Bagi saya, pencalonan ini bukan semata-mata tentang posisi atau jabatan, tetapi tentang bagaimana kita bersama-sama memperkuat organisasi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi guru serta dunia pendidikan,” ujar Heni, Banda Aceh, 8 September 2026.

Menurutnya, IGI sebagai organisasi profesi memiliki peran penting dalam mendorong guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan beradaptasi dengan perubahan dunia pendidikan.

“Guru saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi, perubahan metode pembelajaran, serta kebutuhan peserta didik yang semakin beragam menuntut guru untuk terus belajar dan berkembang. Karena itu, IGI harus menjadi ruang bersama bagi guru untuk meningkatkan kapasitas, berbagi pengetahuan, dan melahirkan inovasi,” katanya.

Heni juga menekankan pentingnya membangun organisasi yang terbuka dan mengedepankan kolaborasi. Menurutnya, kemajuan IGI tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh anggota.

“Saya ingin IGI menjadi rumah bersama bagi para guru. Kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Kebersamaan, komunikasi, kolaborasi dan saling mendukung harus menjadi kekuatan utama organisasi,” ujarnya.

Pengalaman Heni di bidang pendidikan menjadi salah satu landasan gagasan yang dibawanya dalam pencalonan. Ia memiliki pengalaman sebagai kepala sekolah serta terlibat dalam sejumlah program pengembangan pendidikan.

Heni tercatat pernah meraih Juara III Kepala Sekolah Berprestasi Tingkat Nasional pada 2019. Ia juga pernah masuk dalam enam besar pemapar terbaik dalam kegiatan Imbas Pengimbas bersama GTK Dikdasmen RI dan meraih peringkat keempat.

Selain itu, Heni dipercaya sebagai kepala sekolah terpilih dari Aceh dalam kegiatan penyusunan dan pengembangan Al-Qur’an Isyarat Indonesia bersama Kementerian Agama RI sejak 2021 hingga sekarang.

Di bidang pendidikan inklusif, Heni juga terlibat dalam pencetusan berdirinya SLB YAPDI Banda Aceh pada 2024 sebagai salah satu wadah pendidikan bagi peserta didik penyandang disabilitas.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perspektif yang ingin dibawa Heni dalam kepemimpinan IGI, khususnya dalam mendorong organisasi yang memberikan perhatian terhadap keberagaman kebutuhan pendidikan.

“Pengalaman saya selama berada di dunia pendidikan mengajarkan bahwa setiap anak memiliki kebutuhan dan potensi yang berbeda. Karena itu, pendidikan harus mampu memberikan ruang yang adil bagi semua peserta didik, termasuk anak-anak penyandang disabilitas,” ungkapnya.

Dalam pencalonannya, Heni mengusung Visi dan Misi yaitu “Mewujudkan IGI Kota Banda Aceh sebagai organisasi profesi guru yang solid, profesional, inovatif, dan berdaya saing dalam menggerakkan transformasi pendidikan menuju pendidikan yang unggul, inklusif, dan berkualitas.”

Untuk mewujudkan visi tersebut, Heni menawarkan sejumlah misi, yakni memperkuat solidaritas dan kebersamaan guru, meningkatkan kompetensi dan profesionalisme melalui berbagai program pengembangan kapasitas, serta mendorong kreativitas dan inovasi guru.

Selain itu, ia ingin memperluas kolaborasi dengan pemerintah, satuan pendidikan, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas pendidikan, dan berbagai pihak lainnya.

Heni juga memasukkan penguatan aspirasi dan pengembangan profesi guru serta pendidikan inklusif sebagai bagian dari misi yang akan dibawanya.

“Visi dan misi ini tentu masih menjadi gagasan yang saya tawarkan. Saya berharap nantinya seluruh anggota dapat memberikan masukan, kritik, dan saran. Jika diberikan amanah, program-program tersebut akan kita rumuskan bersama sesuai kebutuhan anggota dan perkembangan pendidikan di Kota Banda Aceh,” jelas Heni.

Dalam semangat mencalonkan diri Heni juga mengusung moto, “Bersama Bergerak, Bersinergi, dan Berinovasi untuk Pendidikan Unggul.”

Menurut Heni, moto tersebut bukan sekadar slogan pencalonan, tetapi menggambarkan nilai yang ingin dibangun dalam organisasi.

“Saya percaya organisasi yang kuat bukan dibangun oleh satu orang. Organisasi akan berkembang ketika seluruh anggotanya merasa memiliki, mau bergerak bersama, membangun sinergi, dan berani menghadirkan inovasi. Itu yang ingin saya dorong di IGI Kota Banda Aceh,” katanya.

Meski membawa sejumlah gagasan dan pengalaman, Heni menyatakan bahwa seluruh proses pemilihan merupakan hak anggota IGI Kota Banda Aceh.

“Saya menghormati seluruh kandidat yang ikut dalam Musda. Masing-masing tentu memiliki gagasan dan pengalaman yang berbeda. Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah, saya berharap seluruh anggota tetap menjaga persatuan dan kekompakan demi kemajuan IGI,” pungkasnya.

Musda IGI Kota Banda Aceh yang akan digelar pada 9 September 2026 nantinya menjadi forum bagi anggota untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi periode 2026–2031.

Dengan sejumlah kandidat yang telah menyatakan kesiapan, proses pemilihan diharapkan berlangsung secara demokratis, terbuka, dan mengedepankan kepentingan organisasi serta kemajuan profesi guru di Kota Banda Aceh.